TEMPO NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Jumat, 10 April 2026

Dirkrimsus Polda Sumbar Bongkar Mafia Oplosan LPG Subsidi di Padang, Kombes Pol Andri Kurniawan Tegaskan Perang terhadap Kejahatan Migas”

 


Padang
, 10 April 2026 — Praktik kotor penyalahgunaan gas elpiji subsidi kembali terbongkar di Sumatera Barat. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar di bawah komando Kombes Pol Andri Kurniawan berhasil mengungkap dugaan kuat praktik mafia pengoplosan LPG bersubsidi di kawasan Jalan Hiu,Rt004 Rw001 Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas tidak wajar di sebuah lokasi yang ternyata dijadikan tempat ilegal pemindahan isi gas. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, aparat menemukan praktik pengoplosan gas subsidi ukuran 3 kilogram ke dalam tabung non-subsidi ukuran 12 kilogram demi meraup keuntungan besar.

Dalam operasi tersebut, satu orang pelaku berhasil diamankan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah menjalankan aksi ilegal tersebut selama kurang lebih tiga bulan dengan modus memanfaatkan selisih harga antara gas subsidi dan non-subsidi. Bahkan, untuk mengisi satu tabung 12 kilogram, digunakan gas dari empat tabung subsidi 3 kilogram.

Lebih mencengangkan, praktik ini dilakukan dengan kedok sebagai pangkalan resmi LPG, sehingga memperlihatkan adanya potensi penyimpangan serius dalam sistem distribusi energi bersubsidi. 

Peran Tegas Kombes Pol Andri Kurniawan

Dirkrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andri Kurniawan, tampil langsung memimpin pengungkapan kasus ini. Ia menegaskan bahwa tindakan pengoplosan LPG bukan sekadar pelanggaran ekonomi, tetapi juga kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat.

Menurutnya, praktik ini:

Merugikan negara dari sisi subsidi energi

Menyebabkan kelangkaan gas bagi masyarakat kecil

Berpotensi membahayakan keselamatan karena risiko ledakan

Ia juga memastikan bahwa penyelidikan tidak akan berhenti pada satu pelaku saja, melainkan akan dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau aktor lain di balik praktik tersebut.

Barang Bukti dan Skala Kejahatan

Dalam penggerebekan, polisi menyita:

Ratusan tabung LPG 3 kg

Puluhan tabung 12 kg

Regulator dan alat pemindah gas ilegal

Peralatan pendukung lainnya

Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik tersebut bukan berskala kecil, melainkan sudah terorganisir dan berjalan sistematis

Dugaan Kuat Adanya Mafia Distribusi

Kasus ini membuka dugaan adanya permainan oknum dalam rantai distribusi LPG subsidi. Fakta bahwa pelaku menggunakan kedok pangkalan resmi memperkuat indikasi lemahnya pengawasan serta potensi keterlibatan pihak lain.

Distribusi LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin justru dimanfaatkan sebagai ladang bisnis ilegal oleh pihak tidak bertanggung jawab. Bahkan, praktik seperti ini berpotensi terjadi di banyak wilayah jika tidak ditindak tegas.

Pelanggaran Hukum dan Dasar UUD Migas

Pelaku dijerat dengan ketentuan dalam:

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 (Cipta Kerja) sebagai perubahan

Pasal yang dilanggar:

Pasal 55 UU Migas

➤ Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM dan gas subsidi dapat dipidana

Ancaman hukuman:

Penjara maksimal 6 tahun

Denda maksimal Rp60 miliar

Selain itu, praktik pengoplosan juga dapat dikategorikan sebagai:

Penipuan terhadap konsumen

Penyalahgunaan barang subsidi negara

Pelanggaran keselamatan publik

Imbauan dan Harapan

Polda Sumbar mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi distribusi LPG di lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengawasan distribusi energi bersubsidi masih memiliki celah. Ketegasan aparat, seperti yang ditunjukkan oleh Kombes Pol Andri Kurniawan, menjadi kunci dalam membongkar praktik mafia energi yang merugikan negara dan rakyat kecil.

**Penegakan hukum tidak boleh berhenti di satu titik. Jika tidak dibongkar sampai ke akar, mafia LPG akan terus hidup—menggerogoti subsidi, menyengsarakan rakyat, dan mempermainkan hukum.Tutupnya.

(Hendri A.W).

Rabu, 01 April 2026

Daerah Jakarta Yayasan Hang Tuah Gelar Halal Bihalal 1447 H

 


Jakarta,(01/04/26)

Momentum Halal Bihalal merupakan tradisi luhur yang sarat dengan nilai kebersamaan, persaudaraan serta saling memaafkan . Hal ini di gelar oleh Keluarga Besar Daerah Jakarta Yayasan Hang Tuah di Gedung Canopus Kolat Koarmada I Jakarta Utara,(31/03/26)

Halal bihalal  di ikuti oleh 555 orang terdiri dari Inti Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah beserta karyawan,  Ketua Pengurus Daerah Jakarta YHT  beserta Pengurus dan karyawan, Para Kasatdik , guru dan karyawan dari satdik jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Tema Halal bihalal  1447 H  kali ini “MELALUI HALAL BIHALAL, KITA ERATKAN TALI SILATURAHMI KELUARGA BESAR YAYASAN HANG TUAH”,  memiliki makna  yang sangat mendalam bagi kita semua.

"Banyaknya dinamika dan perbedaan pendapat tidak bisa di hindari, oleh karena itu melalui Halal bihalal marilah kita saling membuka hati, saling memaafkan dengan tulus ikhlas serta memperkuat kebersamaan demi kebaikan  organisasi yang kita cintai", demikian sambutan  Ketua Pengurus Pusat Yayasan Hang Tuah Ny. Ita Achmad Wibisono yang dibacakan oleh Sekertaris PP YHT Eka Agustina, A.Md.

Lebih lanjut Ketua Pengurus Pusat YHT Ny.Ita Achmad Wibisono secara pribadi maupun kedinasan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar- besarnya apabila dalam pelaksanaan tugas terdapat kekhilafan dan kekurangan.

Kita adalah bagian dari keluarga besar Yayasan Hang Tuah yang memiliki tanggung jawab mulia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, oleh karenanya mari kita terus, menjaga kebersamaan, meningkatkan koordinasi serta memperkuat komitmen dalam memajukan yayasan ini.

Semua yang hadir dalam Halal bihalal ini bersalam-salaman mulai dari Inti Pengurus YHT, Kapengda Jakarta YHT beserta Pengurus,  para Kasatdik, guru dan karyawan.

Nampak hadir dalam Halal bihalal tersebut Inti Pengurus Pusat YHT :  Laksma TNI (Purn) Dr. Ir. Trismadi., M.Si., I.P.U, Eka Agustina, A.Md,  Dra. Erni Megawati Novianti, Drs. Aris Supriyanto, Drs. Hamidi, S.Sos., M.Ikom ,  Vitri Junistisia, M.Pd dan  Purwatiningsih, S.Pd.

Sementara itu dari Pengurus Daerah Jakarta YHT  yang turut hadir,  Ny. Hening Uki Prasetia,  Meyta Nurlita, S. Hum,  Evi Puspita Syahri,  Drs. Teguh Soedarmadji, M.T dan Dra. Martatik Widiyati, M.M., CHRMP( yht/dar).

Perkuat Lini Terdepan Lalu Lintas, Kapolri Salurkan Bantuan Motor Trail untuk Polda Sumbar — Brigjen Pol Gatot Tri Suryanta dan Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Siap Optimalkan Pelayanan

 

Padang, Sumatera Barat — Upaya penguatan pelayanan kepolisian di wilayah Sumatera Barat kembali mendapat perhatian serius dari pimpinan Polri. Melalui program bantuan sarana operasional, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerahkan kendaraan dinas berupa motor trail kepada sejumlah Polda, termasuk Polda Sumbar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan kendaraan tersebut merupakan bagian dari distribusi nasional yang mencapai ratusan unit motor trail untuk mendukung mobilitas personel di wilayah dengan tantangan geografis tinggi, termasuk daerah rawan bencana dan sulit dijangkau. 

tribratanews.riau.polri.go.id

Di Sumatera Barat, bantuan tersebut diwujudkan dalam penyerahan puluhan unit motor trail kepada Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar. Kehadiran kendaraan ini diharapkan mampu mempercepat respons petugas di lapangan, terutama dalam pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, hingga kegiatan kemanusiaan.

Sorotan utama dalam momentum ini tertuju pada peran Brigjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan optimalisasi penggunaan bantuan tersebut. Dengan pengalaman dan kepemimpinannya, Brigjen Gatot diharapkan mampu mengarahkan kebijakan operasional agar bantuan ini tidak sekadar simbolis, tetapi benar-benar berdampak pada pelayanan publik.

Di sisi lain, implementasi teknis di lapangan berada di bawah kendali Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq. Sinergi antara kepemimpinan strategis dan teknis ini menjadi kunci dalam memaksimalkan fungsi kendaraan trail tersebut.

Penguatan Fungsi Operasional dan Respons Cepat

Kehadiran motor trail dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Sumatera Barat yang didominasi perbukitan, daerah rawan longsor, serta akses jalan yang tidak selalu memadai untuk kendaraan konvensional. Dalam konteks ini, kendaraan trail menjadi solusi mobilitas yang efektif.

Selain untuk patroli lalu lintas, kendaraan ini juga berpotensi digunakan dalam:

Evakuasi korban kecelakaan di medan sulit

Distribusi bantuan saat bencana alam

Pengamanan jalur alternatif saat arus mudik dan balik

Penjangkauan wilayah terpencil yang minim akses

Namun demikian, sejumlah pihak menilai bahwa efektivitas bantuan ini tetap bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, perawatan kendaraan, serta strategi operasional yang matang.

Catatan Kritis: Tantangan Implementasi

Meski bantuan ini patut diapresiasi, terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian serius:

Distribusi dan pemerataan penggunaan

Jangan sampai kendaraan hanya terpusat di wilayah tertentu tanpa menyentuh daerah yang benar-benar membutuhkan.

Kesiapan personel

Penggunaan motor trail membutuhkan keterampilan khusus. Tanpa pelatihan memadai, potensi risiko justru meningkat.

Perawatan dan keberlanjutan

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa bantuan kendaraan sering terkendala pada aspek perawatan dan ketersediaan suku cadang.

Pengawasan penggunaan

Harus ada sistem kontrol agar kendaraan digunakan sesuai fungsi operasional, bukan untuk kepentingan non-dinas.

Komitmen Pelayanan Humanis

Dalam berbagai kesempatan, Kapolri menegaskan bahwa bantuan sarana ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum besar seperti Operasi Ketupat yang menuntut kesiapan maksimal. �

tribratanews.riau.polri.go.id

Di Sumatera Barat, komitmen tersebut kini berada di pundak para pimpinan daerah. Brigjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq diharapkan mampu menerjemahkan bantuan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Penutup

Bantuan motor trail ini bukan sekadar penambahan armada, tetapi juga ujian bagi manajemen dan profesionalisme Polri di daerah. Jika dikelola dengan baik, langkah ini dapat menjadi lompatan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun sebaliknya, tanpa pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut berpotensi menjadi aset yang tidak optimal.

Masyarakat pun menaruh harapan besar agar kehadiran kendaraan ini benar-benar dirasakan manfaatnya — bukan hanya terlihat di halaman kantor, tetapi hadir nyata di tengah kebutuhan masyarakat.Tutupnya.

(Hendri A.W.)

Tonggak Sejarah di Polda Sumbar: Rusnali Pecahkan Batas, PNS Pertama Raih Pangkat Setara Kombes

 


Padang
 – Halaman Markas Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Mapolda Sumbar) menjadi saksi lahirnya sebuah tonggak sejarah penting dalam perjalanan institusi Polri di Ranah Minang. Untuk pertama kalinya, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Polda Sumbar berhasil mencapai pangkat tertinggi dalam jenjang ASN, yakni Pembina Utama Muda, yang setara dengan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).

Momen bersejarah tersebut berlangsung dalam upacara Laporan Kenaikan Pangkat yang digelar secara khidmat pada Rabu pagi, 1 April 2026. Dalam suasana penuh kebanggaan dan haru, Rusnali resmi menyandang pangkat Pembina Utama Muda setelah sebelumnya menjabat sebagai Pembina Tingkat I. Kenaikan pangkat ini terhitung mulai Tanggal Mulai Tugas (TMT) 1 April 2026.

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, serta dihadiri Wakapolda Brigjen Pol Solihin, para Pejabat Utama (PJU), dan seluruh jajaran personel Polda Sumbar. Kehadiran para pimpinan dan personel menjadi bukti nyata penghormatan atas pencapaian luar biasa yang diraih Rusnali.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk penghargaan institusi terhadap dedikasi, integritas, dan pengabdian panjang yang telah ditunjukkan.

“Hari ini kita tidak hanya melaksanakan upacara kenaikan pangkat, tetapi juga mencatat sejarah baru. Saudara Rusnali menjadi PNS pertama di lingkungan Polda Sumbar yang mencapai pangkat Pembina Utama Muda, setara dengan Kombes Pol. Ini adalah bentuk apresiasi tertinggi atas loyalitas dan profesionalisme yang telah diberikan selama ini,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pencapaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh personel, baik anggota Polri maupun ASN, untuk terus meningkatkan kinerja, disiplin, dan kompetensi dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menilai bahwa capaian ini merupakan bukti konkret bahwa sistem pembinaan karier di lingkungan Polri berjalan secara objektif dan inklusif.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa peluang karier di tubuh Polri terbuka luas bagi seluruh elemen, termasuk PNS. Dengan kerja keras, dedikasi, serta kompetensi yang terus diasah, tidak ada batasan bagi siapa pun untuk mencapai posisi tertinggi. Ini menjadi momentum penting bagi pembinaan SDM ke depan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, sehingga kehadiran PNS dengan kompetensi tinggi menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja Polri secara keseluruhan.

Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa peristiwa ini membawa pesan positif bagi masyarakat luas mengenai wajah Polri yang profesional, terbuka, dan berbasis prestasi.

“Kenaikan pangkat ini adalah simbol bahwa di Polda Sumbar, prestasi dan pengabdian menjadi tolok ukur utama. Rusnali telah membuktikan bahwa PNS juga memiliki peluang besar untuk berkontribusi secara strategis. Ini adalah kebanggaan bersama dan sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujarnya.

Momentum bersejarah ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Polda Sumbar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Polri di seluruh Indonesia. Pencapaian Rusnali mempertegas bahwa peran PNS bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting dalam mendukung sistem kerja Polri yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan diraihnya pangkat Pembina Utama Muda oleh Rusnali, diharapkan sinergi antara personel Polri dan ASN semakin solid dalam mewujudkan pelayanan yang prima, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Barat.Tutupnya.

(Hendri A.w)

Kamis, 15 Januari 2026

Brigjen Pol Solihin: Integritas Anggota Polri Dimulai dari Kesetiaan pada Subuh

 


SUMBAR
 | Masjid Al Nurush Sabhirin Aspol Alai Padang pagi itu terasa berbeda. Di antara barisan jamaah Subuh, Wakapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Solihin berdiri tidak sekadar sebagai pejabat tinggi kepolisian, tetapi sebagai figur pembina yang ingin menanamkan kesadaran mendalam tentang arti waktu, tanggung jawab, dan kehormatan institusi Polri. Di hadapannya, 52 personel Bintara Remaja Angkatan 52 menyimak dengan khidmat.

Dalam suasana hening selepas salat Subuh berjamaah, Brigjen Pol Solihin menyampaikan pesan yang jauh melampaui rutinitas apel atau arahan kedinasan. Ia berbicara tentang waktu yang berjalan tanpa kompromi, tentang hidup yang singkat, dan tentang bagaimana seorang anggota Polri harus menyiapkan dirinya sejak dini agar tidak tergelincir oleh godaan dunia.

“Waktu itu cepat sekali. Tahu-tahu kita sudah pensiun, atau bahkan ajal lebih dulu menjemput. Karena itu, manfaatkan setiap detik dengan kesadaran penuh akan kewajiban kita kepada Allah dan kepada institusi,” ujar Wakapolda dengan nada tenang namun tegas.

Bagi Brigjen Pol Solihin, Subuh bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan fondasi karakter. Ia menekankan bahwa kesetiaan terhadap salat Subuh adalah cerminan kedisiplinan batin seorang anggota Polri. Dari sanalah integritas dibangun, kejujuran dipupuk, dan kekuatan moral dibentuk.

Ia secara khusus mengingatkan para Bintara Remaja yang sebentar lagi akan terjun ke lapangan tugas. Menurutnya, fase awal pengabdian adalah masa paling rawan sekaligus paling menentukan. Kesalahan kecil yang dibiarkan, kata dia, bisa berkembang menjadi pelanggaran besar yang mencoreng nama institusi.

Di era digital saat ini, Wakapolda Sumbar juga menyoroti perubahan lanskap pengawasan publik. Setiap gerak-gerik anggota Polri, disadari atau tidak, berada dalam pantauan masyarakat. Kamera ponsel, media sosial, dan arus informasi membuat ruang privasi semakin sempit.

“Sekali saja berbuat tidak baik, nama Polri yang dipertaruhkan. Malu kita. Jangan pernah tergoda jalan instan. Jangan narkoba, jangan miras, jangan hedonisme. Jaga marwah kepolisian dan jangan rusak kepercayaan yang dibangun pimpinan dan senior kita,” tegasnya.

Arahan tersebut tidak disampaikan dengan nada menggurui, melainkan sebagai pesan seorang senior kepada generasi penerus. Brigjen Pol Solihin ingin memastikan bahwa Bintara Remaja tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga kokoh secara mental dan spiritual.

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah merupakan bagian dari pembinaan karakter berkelanjutan di lingkungan Polda Sumbar. Menurutnya, nilai Tribrata dan Catur Prasetya harus hidup dalam perilaku, bukan hanya hafalan.

“Pesan Bapak Wakapolda sangat jelas. Integritas adalah harga mati. Kami ingin adik-adik Bintara Remaja tumbuh menjadi anggota Polri yang rendah hati, profesional, dan benar-benar hadir sebagai pelindung masyarakat,” ujar Kombes Pol Susmelawati.

Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menjadi ruang refleksi bagi seluruh personel untuk kembali pada jati diri Polri sebagai institusi yang dipercaya rakyat. Masjid, menurutnya, bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembentukan nurani.

Menutup arahannya, Wakapolda Sumbar kembali menegaskan agar masjid dimakmurkan dan tugas kepolisian dijalani sebagai ladang ibadah. Ia berharap setiap personel mampu menahan diri dari gaya hidup berlebihan yang kerap menjadi pintu masuk pelanggaran hukum.

Di Masjid Al Nurush Sabhirin pagi itu, pesan Brigjen Pol Solihin meninggalkan jejak sunyi namun dalam. Sebuah pengingat bahwa masa depan Polri tidak hanya ditentukan oleh strategi dan teknologi, tetapi oleh kesetiaan anggotanya pada nilai, iman, dan integritas sejak waktu Subuh.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Rabu, 14 Januari 2026

Di Padang, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Tunjukkan Supremasi Hukum Tanpa Pandang Bulu

 

PADANG  // menjadi saksi bagaimana ketegasan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta kembali diuji dalam sebuah perkara yang menyita perhatian publik, ketika seorang oknum Bhayangkari harus berhadapan dengan hukum atas dugaan penipuan bermodus jual beli sembako murah yang menelan kerugian ratusan juta rupiah dari para korbannya yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga.(14-01-2026)

Di bawah kepemimpinan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, prinsip penegakan hukum tanpa pandang bulu benar benar diterapkan. Status sosial dan kedekatan institusional yang selama ini kerap dijadikan tameng oleh pelaku tidak menjadi penghalang bagi aparat untuk bertindak tegas, profesional, dan transparan.

Para korban yang sebelumnya diliputi rasa takut dan putus asa akhirnya memberanikan diri mendatangi kantor media di Kota Padang untuk menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas keberanian Kapolda Sumbar yang memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus yang sempat membuat mereka merasa seolah tidak memiliki tempat mengadu.

Kasus ini berawal dari pergaulan sehari hari di lingkungan taman kanak kanak di kawasan Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat. Kedekatan yang terjalin antarorang tua murid dimanfaatkan pelaku, Miki Fatmalasari, untuk membangun kepercayaan. Dengan mengaku sebagai distributor sembako murah dan menguatkan citra dirinya sebagai istri anggota Polri serta bagian dari Bhayangkari, pelaku berhasil membuat para korban yakin dan menaruh uang dalam jumlah besar.

Melalui berbagai unggahan di media sosial, terutama WhatsApp, pelaku menawarkan paket minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasaran. Skema pembayaran di muka dan janji pengiriman dalam waktu singkat membuat para korban tergiur, hingga tanpa disadari kerugian terus bertambah.

Waktu berlalu, barang yang dijanjikan tidak pernah datang. Komunikasi mulai terputus, nomor telepon tidak lagi aktif, dan pelaku menghilang. Di titik inilah para korban akhirnya melapor ke Polda Sumatera Barat, berharap keadilan dapat ditegakkan meskipun pelaku membawa embel embel sebagai bagian dari keluarga besar Polri.

Irjen Pol Gatot Tri Suryanta merespons laporan tersebut dengan cepat. Ia menginstruksikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar Kombes Pol Tedy Fanani untuk menurunkan tim terbaik, melakukan penyelidikan mendalam, dan menuntaskan perkara tanpa kompromi.

Di bawah komando Kombes Pol Tedy Fanani, didukung Kasubdit I Kompol Dr Burahim Boer dan Kanit I Iptu Edi JP, rangkaian penyelidikan dilakukan secara intensif. Bukti bukti dikumpulkan, alur transaksi ditelusuri, hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan ini menjadi titik balik bagi para korban. Raut haru dan lega terpancar ketika mereka mengetahui bahwa hukum benar benar berpihak kepada kebenaran. Mereka menilai langkah Kapolda Sumbar dan Ditreskrimum sebagai bukti nyata bahwa institusi Polri tidak melindungi pelaku kejahatan, sekalipun berasal dari lingkungan internal.

Kini, oknum Bhayangkari tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Para korban berharap proses peradilan berjalan tegas, adil, dan transparan sebagai wujud komitmen Irjen Pol Gatot Tri Suryanta dalam menjaga marwah hukum dan kepercayaan publik. Mereka pun mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor, karena di Sumatera Barat, di bawah kepemimpinan Kapolda Sumbar, tidak ada satu pun yang kebal hukum.tutunya.(Hendri).

Minggu, 11 Januari 2026

Kepedulian Brimob Sumbar di Bawah Arahan Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik Hadirkan Air Bersih untuk Warga Palembayan Agam

 

PALEMBAYAN AGAM SUMBAR Ketika sebagian warga Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan harus berjuang mendapatkan air layak konsumsi kehadiran Satbrimob Polda Sumatera Barat menjadi jawaban nyata atas kebutuhan paling mendasar tersebut

Keterbatasan sumber air bersih yang aman diminum membuat aktivitas harian warga terganggu mulai dari memasak hingga memenuhi kebutuhan keluarga Di tengah kondisi itu Brimob Sumbar tidak tinggal diam dan langsung menurunkan satuan dengan membawa kendaraan khusus pengolahan air ke lokasi pemukiman

Satu unit Ransus Water Treatment milik Satbrimob Polda Sumbar dioperasikan langsung di lapangan Air baku yang sebelumnya tidak layak konsumsi diproses melalui tahapan filtrasi dan sterilisasi hingga menjadi air bersih yang aman diminum oleh masyarakat

Seluruh kegiatan ini berlangsung di bawah arahan langsung Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik yang menekankan agar setiap personel hadir dengan sikap sederhana bekerja efektif dan memastikan bantuan benar benar dirasakan oleh warga

Bagi Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik tugas Brimob tidak hanya berkaitan dengan operasi keamanan tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan terutama ketika masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih

Setelah melalui proses pengolahan yang higienis air layak konsumsi tersebut kemudian dikemas dalam galon dan dibagikan langsung kepada warga Sebanyak dua puluh lima galon disalurkan kepada masyarakat di sekitar lokasi sebagai tahap awal bantuan

Warga tampak datang dengan tertib membawa wadah masing masing Mereka menyambut kehadiran Brimob dengan rasa syukur karena bantuan air bersih ini sangat membantu terutama untuk kebutuhan minum dan memasak sehari hari

Personel Brimob berbaur langsung dengan masyarakat tanpa jarak menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan Proses pengolahan hingga pembagian air berjalan lancar dengan pengawasan ketat agar kualitas dan kebersihan tetap terjaga

Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik kembali menegaskan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral untuk selalu siap membantu dalam kondisi apa pun

Aksi kemanusiaan ini memperlihatkan wajah Brimob Sumbar sebagai satuan yang tidak hanya tangguh dalam tugas tugas khusus tetapi juga peka terhadap persoalan sosial Air bersih yang mengalir di Palembayan hari itu menjadi simbol kehadiran negara melalui Brimob Sumbar yang bekerja dalam senyap namun memberi manfaat besar bagi masyarakat.Tutupnya(Hendri).

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi